DESKRIPSI ILMU TAUHID

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Agama Islam merupakan agama yang diridhoi oleh Allah SWT, sebagaimana Firmannya dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 3 :
            
Artinya:’dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.
Dalam islam ada tiga serangkaian ilmu yang wajib dilpelajari yaitu ilm taauhid ilmu piqih dan akhlak (tasauf) oleh karena itu, pada kesemptan ini insya Allah penulis akan menguraikan sedikit tentang ilmu tauhid dengan mengacu pada perumusan masalah. Semoga bermanfaat
B. Rumusan Masalah
agar uraian ini terarah maka diperlukan perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksdu dengan ilmu tauhid
2. Apa saja yang dibahas dalam ilmu tauhid
3. Bagaimana hukumnya memperlajari ilmu tauhid
4. Bagaimana hubungannya ilmu tauhid dengan ilmu-ilmu yang lain
5. Mengapa kita harus mempelajari ilmu tauhid
C. Tujuan Penulisan
Untuk lebih memahami sedikit uraian tentang ilmu tauhid dan diajukan untuk memenuhi salah satu tugas studi kepesantrenan
BAB II
PEMBAHASAN
MABADI ILMU TAUHID (POKOK-POKOK PEMBAHASAN ILMU TAUHID)

1. Definisi Ilmu tauhid
a. Secara etimologi ilmu tauhid adalah:
اَلعِلْمُ بِاَنَّ شَيْئَا وَاحِدٌ
Artinya : Mengetahui bahwa sesuatu itu adalah satu
b. Secara termologi adalah:
اِفْرَادُ المَعْبُدِ بِالعِبَادَةِ مَعَ اِعْتِقَادِ وَحْدَتِهِ ذَاتِهِ وَصِفَةً وَفِعْلاً
Artinya: Mengesakan sesuatu yang disembah dengan jalan beribadah disertai akidah bahwa yang disembah itu dalah Esa dalam Dzatnya, sifatnya dan perbuatannya.
Keterangan lain mengatakan bahwa Ilmu Tauhid itu adalah:
عِلْمُ يُبْحَثُ فِيْهِ عَنْ اِثْبَاتِ العَقَائِدِ الدِيْنِيَةِ المُكْتَسَبِ مِنْ اَدِلَّتِهَا اليَقِيْنِيَّةِ
Artinya: “Suatu ilmu yang didalamnya dibahas tentang akidah-akidah keagamaan, yang dipeoleh dari dalil-dalilnya yang yakin”.
Dan Ilmu Tauhid menurut Para Ulama terkemuka diantaranya adalah:
Ilmu kalam menurut Musthafa Abdul Raziq :
Yang artinya :” Ilmu kalam yang berkaitan dengan akiah imani ini sesungguhnya dibangun di atas argumentasi-argumsntasi nasional atau ilmu yang berkaitan dengan akidah islami ini bertolak aras bantuan nalar”.
Ilmu kalam menurut Al- Farabi:
Ilmu Klam adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dab sipat Allah beserta exsistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia samapai masala sesudah mati yang berlandasan dokrin islam. Strenssing akhirnya adalah memproduksi ilmu ketuhanan secara filosopis.
Ilmu Kalam Menuru Ibnu Kholdun:
Ilmu Klam adalah ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.

2. Muadlu Ilmu Tauhid = مَوْضُ عِلْمَ التَّوْحِيْدِ
Yang dimaksud di dalam ilmu tauhid ada empat
1. Dzat Allah = ذات الله
2. Dzat Rasul =ذات الرسول
3. Hal-hal yang mungkin (ممكن الوجود) yang dijadikan dalil tentang adanya Allah
4. الممكنات= hal-hal yang mungkin adanya yang wajib diyakini adanya
3. Buah ilmu tauhid
1. Ma’rifat (mengenal) Dzat Allah, sifat Allah, dan perbuatannya, dan mengenal sifat-sifat Rasul dengan dalil-dalil yang qath’i
2. Memperoleh kebahagian di akhirat
4. Fadilah/Keutamaan Ilmu Tauhid
Dengan ma’rifat kepada Allah, atau dengan ilmu tauhid kita akan mendapat predikat (orang-orang yang taqwa). Sebagaimana firman Allah:
5. Nisbat Ilmu Tauhid (Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu yang lain)
Ilmu tauhid merupakan dasar pokok batang pohon, sedangkan ilmu-ilmu yang lainnya merupakan dahan atau rantingnya.
6. Wadl’I Ilmu Tauhid (peletakan batu pertama dalam ilmu Tauhid)
الواضع= Penyusun pertama secara sistematis ilmu Tauhid adalah
a. Syekh Abu Hasan al-Asya’ri Cs.
b. Syekh Abdul Mansur al-Maturidi Cs.
7. Isim (nama-nama bagi Ilmu Tauhid) ada delapan
1. Ilmu Tauhid
2. Ilmu Ako’id
3. Ilmu Kalam
4. Ilmu Ushuluddin
5. Ilmu Ako’idul Iman
6. Ilmu Ma’rifat
7. Ilmu Hakikat
8. Ilmu Uluhiyah
8. Istimdad Ilmu Tauhid
Sumber kajian Ilmu Tiuhid ada dua:
1. Dalil Nakly atau dalil al-Quran:
– Qs. Al-Ikhlas ayat 3-4 ayat ini menunjukan bahwa yuhan tidak beranak dan tidak diperanakan, dan serta tidak ada sesuatupun didunia ini yang tanpak sekutu dengnya.
– Qs. Asy-Syura ayat 7 ayat ini menunjukan bahwa tuhan tidak menterupai apapun didunia ini
– Qs Al-Furqon ayat 59, Qs. Al-Fath ayat 10, Qs. At-Thoha ayat 39, Qs. Ar-Rahman ayat 27, Qs. An-Nisa ayat 125.
Dan Hadist
Adapun beberapa Hadist yang kemudian dipahami sebagian Ulama sebagai Prediksi nabi mengenai kemunculan berbagai golongan dalam ilmu kalam diantaranya dalah:
Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Dia emngatakan bahwa Rasulallah bersabda. “ Orang-orang yahudi akan terpecah belah menjadi 73 golongan; dan umatku akan terpecah menjdi 73.”
2. dalil ‘akly (dalil berdasarkan akal)
Pemikiran manusia dalam hal ini baik berupa pemikiran umat islam sendiri atau pemikiran luar umat islam. Sebelum filsapat yunani masuk dan berkembang didunia islam, umat islam sendiri telah menggunakan pemikiran rasionalnya untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ayat-ayat Al-Quran, terutama yang belumjelas maksudnya (al-Muatsyabihat). Keharusan untuk menggunakan rasio ternyata mendapat bijakan dari beberpa ayat Al-Quran diantaranya Qs. Muhammad ayat 24:

       
Artinya;” Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?.”
Dan (Qs. Qaf ayat 6-7)
       •                 
Artinya:” Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?
Dan kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.”
9. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid
Hukum mempelahri Ilmu Tauhid adalah fardlu’ain
فرض عين= fardlu’ain bagi setiap manusia yang baligh dan berakal.
10. مسائل= Masalah Ilmu Tauhid
1. Definisi Hukum
2. Definisi Hukum akal
3. Definisi Hukum Syara’
4. Definisi Hukum Adat dan Definisi Adat
5. Definisi Wajib, Mustahil dan Jaid bagi Allah
6. Definisi Wajib, Musthil dan Jaiz bagi Allah
7. Definisi yanng wajib di i’tiqadkan adanya
(dikutip dari Ilmu tauhid. Hal16-18. Solihin.)

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jadi Ilmu Tauhid adalah Suatu ilmu yang didalamnya dibahas tentang akidah-akidah keagamaan, yang dipeoleh dari dalil-dalilnya yang yakin”. Maka oleh karen itu orang yang berakal yang bermasud mengkajinya harus terlabih dahulu mempelajari MABADI ILMU TAUHID (POKOK-POKOK PEMBAHASAN ILMU TAUHID) .
Dan hukum mempelajari Ilmu Tauhid adalah pardu A’in bagi setiap yang berakal, balig dan Islam.
Orang Islam harus mempelajari Ilmu Tauhid supaya tidak tersesat dalam masalah akidahnya.
B. Saran dan Kritik
Akhir kata dari penulis, sudilah kiranya mengoreksi dan menelaah isi daripada makalah ini, karena penulis menyadari dengan keterbatasan wawasan dan pengetahuan penulis, mungkin bahkan dipastikan masih banyak kekurangan dan kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran Nul Karim dan Terjenmaahannya. Sahabat Ilmu. Surabaya. 2001
Solihin. Ilmu Tauhid. Ponpes Riayadlu As-Shalihin.
Rozak Abdul. Ilmu Kalam, Pustaka Setia. Bandung. 2006

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur hanya milik Allah Swt, oleh karena penulis panjatkan kepada-Nya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya, sehingga makalah ini dapat tersusun. Shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Nabi akhir zaman, Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan pengikutnya.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah STADI KEPESANTRENAN, dengan mengambil judul “DESKRIPSI ILMU TAUHID”. Tersusunnya makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, maka selayaknya penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasinya dalam penyusunan Makalah ini.
Namun sebagai manusia biasa yang serba kekurangan, penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekeliruan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini dan makalah-makalah yang akan datang.

Cipasung, 05 Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
1. Definisi Ilmu Tauhid 2
2. Maudlu Ilmu Tauhid 3
3. Buah Ilmu Tauhid 3
4. Fadilah/Keutamaan Ilmu Tauhid 3
5. Nisbat Ilmu Tauhid 4
6. Wadl’i Ilmu Tauhid 4
7. Isim Ilmu Tauhid 4
8. Istimdad Ilmu Tauhid 4
9. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid 6
10. Masalah Ilmu Tauhid 6
BAB III PENUTUP 8
Kesimpulan dan saran 8
DAFTAR PUSTAKA 9