AKIDAH SALAF

“Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Rabb-mu yg telah menciptakan kamu dari yg satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yg banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yg dgn nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Pendahuluan Kebangkitan dunia Islam telah menyadarkan banyak orang tentang kekuatan Islam meskipun kebangkitan tersebut tidak melalui kekuasaan. Tetapi Islam memasuki kalbu otak dan urat nadi orang yg mencari kebenaran hanya saja kebangkitan tersebut perlu lbh diarahkan kepada satu asas dan bingkai yg diterima oleh semua pihak yg secara jujur membawa misi Islam li’ilaa’i kalimatillah.

Arah dan bingkai tersebut tak lain dan tak bukan adl manhaj Salafusshalih; berupa perangkat pemahaman yg utuh dari ajaran Rasulullah saw. Hal tersebut tentunya utk menghindari berbagai penyimpangan yg dialamai oleh sebagian ummat Islam. Penyimpangan tersebut bervariasi; dari yg besar sampai kepada dualisme pemahaman dgn maksud memilah-milah utk kepentingan tertentu. Hal itu sangat berbahaya krn dasarnya adl hawa nafsu. Karena pemahaman sesungguhnya harus menyeluruh dan kita terima tanpa tawar menawar.

Salaf dan Aqidah Rasulullah saw sejak diutus oleh Allah SWT telah mengajarkan aqidah tauhid kepada para shabatnya sehingga mengakui kebesaran Allah SWT keagungan syariat-Nya. Mereka cinta kepada Allah SWT berharap hanya kepada Allah SWT dan tidak ada yg ditakuti kecuali Allah SWT. Mereka digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya “Rasul telah beriman kepada Al-Quran yg diturunkan kepadanya dari Rabbnya demikian pula orang-orang yg beriman. Semuanya beriman kepada Allah malaikat-malaikat-Nya kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dari rasul-easul-Nya” dan mereka mengatakan “Kami dengar dan kami taat“. “Ampunilah kami ya Rabb dan kepada Engkaulah tempat kembali.” . Disamping itu Allah berfirman “Sesungguhnya orang-orang yg berhati-hati krn takut akan Rabb mereka . Dan orang-orang yg beriman dgn ayat-ayat Rabb mereka Dan orang-orang yg tidak mempersekutukan dgn Rabb mereka Dan orang-orang yg memberikan apa yg telah mereka berikan dgn hati yg takut sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka .”

Untuk melihat keutuhan aqidah Salaf marilah kita simak ucapan Sufyan bin Uyainah berikut ini “Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi kita Muhammad saw kepada seluruh manusia utk menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwasanya dia adl utusan-Nya. Maka tatkala mereka telah mau mengatakan bersaksi seperti itu terjaminlah darah dan hartanya kecuali dgn haknya dan hisabnya hanya kepada Allah. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hal itu dari hati nurani mereka ia memerintahkan kepadanya utk menyuruh mereka sholat. Maka memerintahlah ia dan mereka mau mengerjakannya. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mngerjakannya maka sia-sialah ikrar/syahadat mereka tadi juga sholatnya. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka Allah memerintahkan kepadanya agar menyuruh mereka berhijrah menuju Madinah. Maka ia memerintah kepada mereka dan mereka mau mengerjakannya. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya niscaya sia-sialah syahadat dan sholat mereka. Lalu ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka Allah memerintahkan mereka utk kembali ke Mekkah memerangi/membunuh bapak dan anak-anak mereka sehingga bapak dan anak-anak mereka tersebut mau bersyahadat sebagaimana syahadat mereka shalat sebagaimana shalat mereka dan hijrah sebagaimana mereka hijrah. Mereka mau mengerjakan hal itu sampai-sampai ada diantara mereka yg membawa kepala bapaknya sambil berkata “Wahai Rasulullah inilah kepala pemuka orang-orang kafir.” Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya niscaya sia-sialah syahadat shalat dan hijrah mereka. Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka. Ia memerintah kepadanya agar memerintah mereka bertawaf Ka’bah sebagai ibadah dan mencukur rambut mereka sebagai lambang rendah diri dan mereka mau mengerjakannya. Demi Allah seandainya mereka tidak mau mengerjakannya niscaya sia-sialah syahadat shalat hijrah dan haji serta perlawanan perang terhadap bapak-bapak mereka. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka maka Ia memerintahkan kepadanya utk mengambil harta mereka sebagai sedekah yg menyucikan mereka. Maka ia memerintah mereka utk itu dan mereka mau mengerjakannya sehingga mereka membawa harta mereka baik sedikit maupun banyak. Demi Allah andaikan mereka tidak mau mengerjakannya maka sia-sialah syahadat shalat hijrah perang terhadap bapak mereka dan thawaf mereka. Ketika Allah SWT mengetahui ketulusan hati mereka dalam mengerjakan syari’at-syari’at iman dan batas-batasnya;” Ia SWT berkata “Katakanlah kepada mereka!” “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan utk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.” Sufyan berkata “Barangsiapa meninggalkan satu prinsip dari ajaran Islam bagi kami ia adl kafir. Barangsiapa meninggalkannya krn malas atau meremehkan kita akan menghukumnya dan ia menurut kita adl kurang . Inilah sunnah…sampaikanlah dari akau apabila manusia bertanya kepadamu.” .

Untuk itu kita menggali tauhid sedalam-dalamnya seperti yg diungkapkan oleh imam Al-Laalikaa’i yg artinya “Sesungguhnya hal yg paling wajib atas seseorang adl ma’rifat terhadap dien dan apa-apa yg Allah bebankan kepada hamba-hamba-Nya berupa pemahaman tauhid terhadap-Nya sifat-sifat-Nya dan membenarkan utusan-utusan-Nya dgn dalil dan keyakinan dgn cara istidlal dgn hujjah dan penjelasan. Dan sebaik-baik ucapan dan hujjah yg rasional adl Al-Qur’an dan sabda Rasulullah serta perkataan shahabat kemudian ijma’ para Salaf As-Shaleh dan berpegang teguh terhadap keseluruhannya sampai hari kiamat serta menjauhi berbagai bid’ah yg diada-adakan oleh para penyesat sekalipun hanya mendengarkannya.”

Demikianlah nasehat dan wasiat dari para ulama salaf dari kalangan shahabat tabi’in dan seterusnya.

Salaf Dan Kaitannya Dengan Ibadah Secara bahasa ibadah artinya tunduk dan patuh. Secara syara’ ibadah adl nama yg mencakup semua kebaikan yg mengarah kepada ridho Allah SWT. Secara lbh rinci Syaikh Abdurrohman Sa’di menyebutkan yg artinya “Ibadah adl sempurnanya ketaatan dan kepatuhan kepada perintah-perintah Allah berhenti dari larangan-larangan-Nya mengendalikan diri dari batasan yg dibuat-Nya dan menerima semua yg diajarkan-Nya melalui lisan nabi-Nya tanpa menolak atau menyimpangkannya.” .

Sesuai dgn difinisi diatas makna ibadah sangat luas yg mengyangkut dhohir maupun bathin. Pada makalah ini kita akan membatasi pada makna dhohirnya saja. Seperti selalu kita baca yg artinya “Katakanlah Shalatku korbanku hidupku dan matiku hanya utk Allah Rabb semesta alam.” .

Untuk mengetahui detil dari rincian ibadah dhohiriyah itu sebaiknya kita simak hadits Rasulullah SAW yg artinya “Dari Mu’adz bin Jabal telah berkata ‘Aku telah berkata ‘Ya Rasulullah beritahukannlah aku suatu amal yg dapat memasukkan aku kedalam jannah dan menjauhkan akau dari neraka.’ Nabi menjawab ‘Engaku telah bertanya tentang suatu perkara besar dan sesungguhnya itu adl ringan bagi orang yg dimudahkan oleh Allah Ta’ala atasnya. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya mengerjakan shalat mengeluarkan zakat berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah.’ Kemudian beliau berkata ‘Inginkah engkau kuberi petunjuk kepadamu akan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adl perisai dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalat seorang ditengah malam.’ Kemudian beliau membaca ayat yg artinya Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdo’a kepada Rabbnya dgn rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yg Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yg disembunyikan utk mereka yaitu yg menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yg telah mereka kerjakan. . Kemudian beliau bersabda ‘Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal dan tiang-tiangnya seta puncak-puncaknya? Aku menjawab ‘Mau ya Rasulullah’ Rasulullah bersabda ‘Pokok amal adl Islam dan tiang-tiangnya adl shalat dan puncknya adl jihad.’ Kemudian beliau bersabda; ‘Maukah aku beritahukan kepada tentang kunci perkara itu semua?’ Aku menjawab ‘Mau’ Maka ia memegang lidahnya dan bersabda ‘Jagalah ini!’ Aku berkata ‘Ya Rasulullah apakah kami dituntut krn apa yg kami katakan?’ Maka beliau bersabda; ‘Semoga selamat engkau! Adakah yg menjerumuskan orang keatas mukanya . kedalam neraka selain buah ucapan mereka?” .